Senin, 11 Juli 2011

Islam Modern dalam Karya Boulares

Islam Modern dalam Karya Boulares

12 07 2011
Oleh AHMAD SAHIDIN
Baru setengahnya saya baca buku Islam: Biang Ketakutan atau Tumpuan Harapan? karya Habib Boulares. Buku ini diterjemahkan dan diterbitkan Pustaka Hidayah, 2003. Buku lama memang, tapi isinya sangat informatif.
Sebagai seorang mantan menteri kebudayaan Tunisia, Boulares memiliki pengalaman dan bacaan buku-buku yang lebih banyak. Begitu juga dengan interaksinya dengan media massa sehingga pada bukunya ini penuh dengan informasi dan sedikit analisa kritis terhadap fenomena yang terjadi di sekitar Tunisia, juga Dunia Islam.
Boulares masih melihat di Dunia Islam ini, wajah Islam itu ada dua: Syiah dan Sunni. Baginya, dua wajah ini yang kemudian hari muncul kembali dalam jagad politik Islam kontemporer. Arab Saudi, Irak, Kuwait, Turki, Iran, dan Lebanon masih terus bergumul dengan kasus dan sejumlah konflik yang berkaitan dengan mazhab klasik. Sebagai warisan sejarah yang tentunya tidak hilang hingga sekarang ini karena memang tampaknya dilestarikan atau dipertahakan dengan klaim kebenaran berdasarkan historis dan teks suci. Itu wajah Islam Modern yang masih berada dalam bayang-bayang sejarah Islam.
Pada buku ini juga, Boulares menampakkan wajah Islam kontemporer yang bernuasan pergerakan politik dan pembaruan agama dalam dua wajah: moderat dan radikal. Kelompok pemikir-pemikir Islam yang mempromosikan Islam secara damai dan menerima khazanah Barat dianggap kelompok pertama. Sedangkan gerakan yang mencoba mengubah tatanan yang sudah teratur yang tidak sesuai dengan Islam coba dipkasakan diganti dengan aturan Islam, termasuk yang kedua. Ikhwanul Muslimin, Hijrah wal Takfir, Gerakan Juhaiman, dan lainnya adalah bagian dari gerakan radikal. Karena itu, buku ini bagi saya sekadar berisi informasi, khususnya berkaitan dengan gerakan Islam modern dan pembaruan Islam di Arab Saudi, Iran, Lebanon, Tunisia, Turki, dan lainnya. Selain dari itu, tak ada yang baru. Memang ada komentar-komentar, tapi tidak mendalam dan jika dibandingkan dengan perkembangan Islam sekarang di dunia ini sudah semakin tak jauh dari fakta.
Meskipun begitu… bagi mereka yang ingin mengetahui konteks Islam modern, tampaknya perlu membacanya. Ya… kalau ingin melihat yang berbeda secara historis dari masa klasik, pertengahan, dan modern. Bagi yang tidak tertarik, enyahkanlah buku ini setelah Anda membacanya. :-)

0 komentar:

WebMaster_Radio

Daftar Blog Saya